Selasa, 02 Juli 2019

PERANAKAN DUA ETNIS


BUAH CINTA BILATERAL

NB: JANGAN DIANGGAP SERIUS.

Apa yang ada di benak sahabat Cahaya ketika meliahat sepasang kekasih lintas negara? atau anak percampuran antara Arab dan Cina? Dan yang paling dekat adalah anak keturunan Sunda padang? Percampuran tersebut mungkin sangat terlihat pada fisik manusia, tetapi percampuran tersbut juga berpengaruh terhadap kecerdasan anak yang cenderung pada sifat genetika sempurna.
Era grobalisasi menuntut anak muda untuk menjalin hubungan dengan orang banyak baik antar suku maupun antar negara. Mereka berkomunikasi baik langsung maupun via sosial media dan banyak pula dari mereka yang melanjutkan hubungan mereka hingga ke jenjang pernikahan. Pernikahan beda suku memang memberikan keunikan hidup secara budaya dan kebiasaan masing-masing individu. Apabila sahabat berencana atau terbesit untuk menikah dengan pasangan yang berbeda suku, maka ada beberapa formasi yang dapat menjadi pertimbangan masa depan anda sebelum jatuh cinta dengan mereka.
Pola khas dari keturunan campuran -walaupun belum menjadi kajian khusus- dengan asumsi ia adalah generasi pertama dari orang tua dau etnis murni bukan ayah dengan dua etnia seperti mixed amerika prancis, karena akan membentuk percampuran genetika yang lebih dari dua dan rumusnya pun akan berbeda. Formasi itu adalah:
1.       Beberapa etnis memiliki tingkatan kekuatan genetik dalam mempengaruhi bentuk fisik anak-anaknya, urutannya ialah:
a.       Orang-orang berkulit hitam
b.      Orang Eropa dan Amerika
c.       Orang Asia bermata sipit dan berkulit putih
d.      Orang Arab dan India
e.      Orang Asia Tenggara:
2.       Pernikahan beda suku menyebabkan 70% anak-anaknya dominan mirip ayah.
Beberapa contoh orang-orang dari hasil keturunan campuran adalah Cinta Laura Kiehle.
Dia merupakan perempuan keturunan Jerman dari Ayah dan Ibu dari Indonesia. Jika di lihat dari wajah dan jenis kulitnya, maka perawakannya lebih dipengaruhi oleh ayahnya. Karakteristik fisik Eropa pada dirinya lebih kuat dibandingkan dengan fisik Asia Tenggara.

William Hammington anggota the return of Supermen merupakan anak keturunan Slandia baru dari garis ayah dan Korea dari garis ibu. Warna kulit, mata bahkan rambutnya menyerupai ayahnya dimana karakteristik Eropa dari ayahnya lebih mendominasi dibandingkan Ibunya.
Park Naeun yang merupakan keturunan ibu berkebangsaan Swiss dan ayahnya yang berkebangsaan Korea. Warna kulit berasal dari ibunya yang memiliki genetika kuat dari Eropa dibandingkan dengan Asia. Rambut dan matanya yang besar juga didapat dari ibunya.
Shanon William yang berdarah Inggris dari ayahnya dan korea dari ibunya.


Oku Manami merupakan artis blasteran Itali dari ayahnya dan Jepang dari ibunya. Mata sipit khas Jepang telah pudar diganti dengan mata besar dari ayahnya. begitu pula dengan rambut emasnya telah bercampur dengan warna hitam khas Asia. Namun kulitnya tatap didominasi oleh warna kulit Eropa.
Mina adalah anak keturunan Iran dari ayahnya dan Ibu dari Jepang. Warna kulit, rambut, hidung, bibir  dan matanya diturunkan dari ayahnya. Iran merupakan negara dengan pendudukan campuran Eropa Asia sehingga perpaduan dominan akan jatuh pada karakteristik Asia atau Jepang. 
Hal ini akan berbeda dengan May Hashimoto atau May J yang berasal dari ayah Jepan dan ibu dari Iran, maka wajahnya akan jatuh ke pada ayahnya yaitu Asia dan itu terlihat dari mata yang sipit, wajah yang oval dan bentuk tubuh yang tidak terlalu menonjol. Karakteristik ibu terletak pada bibir, hidung bagian bawah dan rambut.

Joe Lee dan Alena Maze memiliki 6 orang anak dengan bentuk fisik didominasi oleh ibunya yaitu seorang Afrika. Bentuk fisik yang diturunkan dari ayahnya yang seorang Korea adalah mata, mengingat bahwa genetika orang berkulit hitam itu sangat kuat bahkan banyak pernikahan antara orang eropa dengan orang berkulit hitam melahirkan anak-anak dengan karakteristik oranng kulit hitam.




3.       Pernikahan satu suku menghasilkan 70% anak-anak yang mirip dengan ibunya.
Pernikahan antara suku dapat dilihat pada banyak negara seperti pernikahan antar orang Arab, maka karakter wajah ibu secara dominan akan menurun kepada anak-anaknya termasuk dalama ketampanan dan kecantikan. Beberapa contoh pernikahan sesama etnis, seperti:
Nagita slavina, Syahrini, Taylor Swift, Personal Balckpink  dan Daniel radcliffe.








Tulisan ini dapat memberikan inspiasi dan bayangan kepada sahabat Cahaya apabila ingin atau sudah memiliki pasangan....... Bagi sahabat Cahaya Indonesia, formula ini menguntungkan anda sebagai orang Asia Tenggara.... he he...

Jumat, 12 Januari 2018

CARA MUDAH MENGHAFAL TENSES


Salam Pejuang Muda Indonesia.....
        Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu Nusantara karena ia menghubungkan kita dengan berbagai anak Indonesia di NKRI. Bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam karena kita dapat bertukar pikiran demi kemajuan peradaban Islam. Bahasa Inggris menjadi penting dalam menjaga kepentingan nasional, regional, dan internasional. Bahasa menjadi penting karena fungsi sebagai alat untuk menyampaikan ide dalam komunikasi.
      Satiap bahasa mengandung kata kerja, begitu juga dengan Bahasa Inggris yang mengandung tenses dalam sebuah kalimat. Banyak bentuk tensis dalam Bahsa Inggris seperti Past, Present, perfect, Continous atau Progressive, dan Future. Bentuk tenses ini ini dapat berkembang sesuai dengan keterangan waktu dan konteks yang ditampilkan. Semua rumus tersebut dapat dibentuk di atas fondasi dasar tenses dan perubahan verb.

Fondasi pertama tersebut adalah perubahan verb:
No.
Verb
V bi (murni)
V1
V2
V3
V to be
V ing
1.
To be
Be
is
am
are
was
were
been
to be
being
2.
Do
Do
do
does
did
done
to do
doing
3.
Have
have
has
have
had
had
to have
having
4.
Go
go
Go
goes
went
gone
To go
going

Fondasi kedua adalah bentuk tenses murni:

Simple

Past

Present


Continous

Perfect

Future

ø


V2

V s/es

Be + Ving

Have + V3

Will + V bi

Banyak jenis tenses yang digunakan Bahasa Inggris dalam menjelaskan situasi yang terjadi, yaitu:
1.      Simple: simple past, simple present, dan simple future
2.      Present: present continous, present perfect, dan present perfect continous
3.      Past: past perfect dan past perfect continous atau past future dan past  future perfect continous
4.      Future: future continous, future perfect, dan future perfect continous.

     
      Berbagai jenis kebutuhan dalam komunikasi membuat Bangsa Inggris harus membuat kesepakatan berbahsa sebagaimana rumus di atas. Sebagai non native, standar tersebut dapat dipermudah dengan cara menikahkan para tenses tersebut. Kalian dapat mencoba menikahkan verb tambahan yang berdekatan dalam dua tenses atau lebih tersebut:


Contoh:
Present Continous
Present
Continous
V s/es
Be + V ing
Is/am/are + V ing

Present Perfect Continous
Present
Perfect
Continous
V s/es
Have + V3
Be + V ing
Has/have + been + V ing

Past  Future Perfect Continous

Past
Future
Perfect
Continous
V 2
Will + V bi
Have + V3
Be + V ing
Would + Have + Been + V ing

Bagaimana kawan? Apa anda tertantang untuk mencoba?
Simple Future
......
......
.......
.......
........

Future Perfect Continous
......
......
......

Selamat Mencoba.... !!!!

Semoga Bermanfaat.... INGAT FONDASI BAHASA INGGRISNYA.....YA....!!!!

Sabtu, 06 Januari 2018

PLURAL, PLURALISME, ISLAM, dan INDONESIA

ISU PLURALISME
       Indonesia merupakan negara yang bercorak plural tertinggi di dunia. Hal ini disebabkan karena banyaknya pulau yang dihuni oleh banyak entis dengan bahasa dan budaya mereka sendiri. Pendatang dari China, Arab, dan Eropa menambah keberagaman ras, agama, dan budaya. Keberagaman ini hidup saling berdampingan dengan penuh toleransi, akan tetapi masih juga didapati konflik yang mengatas-namakan agama. Kenyataannya, setelah ditelaah kembali sumber dari konflik-konflik di Indonesia, konflik bersumber dari masalah pribadi dan politik bahkan ekonomi. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di belahan dunia lain seperti di Timur Tengah dan Asia sendiri. Dewasa Ini, banyak cara yang digunakan para pemimpin dari berbagai pihak untuk mengurangi ketegangan, khususnya yang ditimbulkan oleh perbedaan agama. Usaha-usah tersebut memunculkan sebuah pemahaman tentang hidup toleransi, paham itu dikenal dengan Pluralisme. Isu pluralisme yang dimaksud adalah segala masalah yang berkaitan dengan pluralis yang harus ditoleransi sebagai sebuah sunnatullah.

      Pluralisme secara lughawi (bahasa) berasal dari bahasa inggris "Plural" yang berarti jamak. Lebih luasnya lagi, pluralisme adalah sebuah “ism” atau aliran tentang pluralitas. Banyak para tokoh yang mengartikan arti pluralisme, Nurcholis Majid mengartikan pluralisme sebagai pemahaman terhadap perbedaan dalam hidup bedampingan, tidak sama dengan relativisme yang memaksakan kebenaran, bukan pula sinkretisme yang menggabungkan unsur-unsur budaya lama menjadi agama baru. 

Konsep dan aplikasi pemahaman puralisme, yaitu:
1. Keterlibatan aktif terhadap fakta kemajemukan dan seseorang dapat dikatakan pluralisme ketika ia dapet berinteraksi secara positif dalam hidup bermasyarakat.
2. Pluralisme bukan kosmopolitalisme dengan arti kehidupan berbeda agama di dalam suatu wilayah tanpa banyak berinteraksi dengan penganut agama lain.
3. Pluralisme tidak sama dengan relativisme yang memaksakan kebenaran kesemua agama atau semua agama adalah sama. 
4. Pluralisme agama berbeda dengan sinkretisme yang menciptakan agama baru dari pencampuran unsur-unsur agama.  

       Awal Mula Munculanya Istilah Pluralisme dari Jhon Hick. Dia berteori bahwa keselamatan dapat diperoleh oleh setiap orang yang memiliki agama dengan syarat, agama yang dianut memiliki Tuhan. Dia beragumen bahwa agama berpengaruh bagi kehidupan manusia, agama merupakan perwujudan dari psikologi manusia, kebenaran Tuhan itu mutlak, dan kebenaran manusia itu relatif. Agama itu benar karean ia mengajak pada kebaikan. Kesalahan itu terletak pada pemahaman dan aplikasi umatnya terhadap agama tersebut yang tidak bisa menjiplak pemikiran Tuhan ke dunia ini walaupun dengan wawasan yang luas dan hati yang suci. 
     Tokoh pluralisme pertama di Indonesia yakni Nurcholis Majid, ia adalah seorang intelektual HMI. Pada tanggal 14 oktober 1970 dia menyerukan pembaharuan pemikiran islam yang membela modernisasi orde baru. Gagasannya memunculkan konsep pluralisme agama, menurutnya pluralisme tidak hanya dipahami sebagai relitas masyarakat majemuk tetapi disertai niat yang tulus, menganggapanya sebaga nilai positif, rahmat tuhan dalam interaksi pertukaran budaya. Adapun isu pluralisme mulai muncul sejak agama pertama di dunia yakni agama Yahudi, Kristen dan Islam sebagai contoh dari agama yang memiliki sejarah panjang dengan agama lain. Ketiga agama tersebut adalah agama samawi yang memiliki hubungan kuat sehingga berkemungkinan besar terjadi konflik dan ketegangan yang tinggi di antara penganutnya yang merupakan korban sejarah sebagai umat yang mengikuti ajaran sebelum. 
     Jadi, perbedaan agama bukanlah sebuah masalah yang harus dipermasalahkan, karena keberagaman bukanlah sebuah bencana tetapi sebuah berkah dan rahmat untuk saling memahami di dalam perbedaan tanpa merendahkan agama lain. Faham pluralis masuk ke Indonesia karena keragaman bangsa Indonesia baik dari ras, suku, bangsa serta agama. Adapun dalam politik, pluralisme berkembang menjadi teori politik tentang bagaimana mengurus negara secara bersama-sama dalam bermasyarakat yang bersifat pluralistik dari segi kecenderungan politik, keagamaan. kebudayaan, kepentingan dan lain-lain. 
   Pluralisme merupakan perkembangan dari pemikiran-pemikiran demokrasi, kebebasan berpendapat, hak-hak asasi manusia dan lain-lain. Pemikiran-pemikiran tersebut menginginkan kesepahaman tentang aturan-aturan yang menjadi kesepakatan bersama, konstitusionalisme, pengakuan hukum, toleransi, etika politik dan lain-lain sehingga kehidupan menjadi harmonis dan damai. 
      Perkembangan pluralisme di dunia keagamaan, telah banyak para tokoh agama mencari persmaan untuk menyatukan perbedaan seperti Yahudi yang memiliki hubungan spritual dengan Kristen sebagai agama pertaubatan. Kristen dan islam yang menerima sesosok Isa. Antara Islam dengan kedua agama tersebut sebagai bagian dari sejarah yang sama dalam Islam. Antara agama Hindu dan Budha yang memiliki sifat toleransi yang tinggi yang diajarkan oleh agama pada umatnya yang taat pada tuhan (dewa). Selain mencari persamaan, mereka juga mengadakan diskusi dan dialog agama. Semua ini dilakukan agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam memahami agama yang dianut orang lain dan tidak diterima mentah-mentah pada kabar burung yang tersebar dari selain pemeluk agama yang bersangkutan.

      Pluralisme dalam Pandangan Islam Di dalam Islam, Allah telah mengajarkan penganutnya untuk memiliki sifat toleransi yang tinggi antar umat beragama bahkan telah diperaktekkan sendiri para nabi terdahulu, oleh karena itu islam tidak membutuhkan sebuah paham “pluralisme” yang keluar dari pemikiran barat. 

Ayat suci yang mengajarkan sikap toleransi (yang dikenal dengan paham pluralisme) antara lain:
  1.  يا ايها الناس ان خلقنكم من ذكر و انثي و جعلنكم شعوبا وباىٍل لتعارفوا...........(Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan  menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal)
  2.  لكم دينكم و لي دين (Untukmu agamamu dan untukku agamaku )
  3.  لا اكراه فى الدين قد تبين الرشد من الغي.......... (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat …………)
     Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan negara paling plural di dunia membuat negara ini rawan konflik apabila jiwa setiap mislim tidak diberikan kesadaran tentang betapa pentingnya sebuah persatuan dan pengertian. Jika kesadaran tersebut tidak dibangun maka papua dan wilayah timur akan membangu negara kriten karena dominasi agamanya, Kalimantan dan Sulawesi akan berdiri sendiri dengan sukuannya yang mandiri, dan Indonesia hanya akan menyisakan pulau kecil yang padat penduduk "Jawa" yang kekurangan SDA untuk kebutuhan rakyatnya. Perang akan terus terjadi untuk mendirikan negara homogen. Na'udzu billah min dzalik... 

Daftar Pustaka
 • Naim, Ngainun, Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: TERAS, 2009
• Nasution .MA, Khoiruddin, prof. Dr. H. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Tazza dan ACAdeMIA, 2009
• Ma’arif, M.Ag, Syamsul, Pendidikan Pluralisme di Indonesia. Yogyakarta, Logung Pustaka, 2009.
• Coward, Harold, (1985) Pluralisme, Tantangann bagi Agama-Agama. Yogyakarta: Kansius, 1985.
• Jhon M. Echols dan Hasan Sadily Kamus Inggris Indonesia
• Hermawan, Diki, “Pluralisme Agama: Dari Sudut Pandangan Nurcholis Majid”, Skripsi Sarjana Humaniora Instistuti Agama Islam Negeri Yogyakrta: 2003),
SYUKURI APA YANG ADA DENGAN MENJAGANYA

Kamis, 14 April 2016

Kemajuan Peradaban Islam di Wilayah Tabriz, Delhi, dan Sarai Baru (dekat Moscow)


Kemajuan Peradaban Islam
di Wilayah Tabriz, Delhi, dan Sarai Baru (dekat Moscow)

Peradaban islam telah memberikan berbagai sumbangan besar pada dunia. Ia telah memberikan pengaruh besar dan kemajuan, baik itu dalam bidang politik, kepemerintahan, undang-undang hukum, ilmu pengetahuan, dan pembangunan gedung-gedung indah di berbagai negara. Bahkan pada periode pertengahan muncul tiga kerajaan besar Islam yang mewakili tiga kawasan budaya, yaitu Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia, dan Kerajaan Mughal di India. Beberapa wilayah yang mendapatkan dampak dari kemajuan peradaban Islam diantaranya adalah wilayah Tabriz, Delhi, dan Sarai Baru (dekat Moscow).
Wilayah Tabriz, Delhi, dan Sarai Baru (dekat Moscow) menjadi saksi atas perkembangan dan kemajuan peradaban, serta saksi perjuangan dari berbagai dinasti dan penguasa yang menaklukkannya. Kehancuran yang ditimbulkan para penakluknya ataupun kemajuan peradaban yang telah diciptakan menjadikan kota-kota ini menjadi kota terbesar di wilayahnya masing-masing. Berbagai karya-karya peradaban terdahulu masih meninggalkan jejak di kota-kota tersebut dan masih bisa dinikmati sampai saat ini.
Meskipun sebelumnya peradaban Islam sempat memudar dan mengalami kemunduran yang disebabkan oleh penyerbuan bangsa Mongol, namun para penguasa muslim yang sempat berkuasa di dinasti-dinasti yang muncul pada Abad Pertengahan telah memberikan kembali harapan.  Mereka mampu berdiri dan menegakkan lagi ajaran-ajaran Islam serta membangun kembali kemajuan peradaban Islam. Makalah ini akan menguraikan tentang kemajuan peradaban Islam yang terdapat di wilayah Tabriz, Delhi, dan Sarai Baru (dekat Moscow) seputar bentuk-bentuk karya yang dihasilkannya dalam berbagai bidang, seperti pemerintahan, tata kota dan arsitektur. Masing-masing wilayah tersebut adalah kota-kota besar dan masyhur dalam periode pertengahan bahkan sampai saat ini.



B.     Pembahasan
1.      Tabriz
Tabriz merupakan kota yang terletak di Iran bagian barat laut. Ia termasuk salah satu kota terbesar Iran dengan jumlah penduduknya yang lebih dari satu setengah juta jiwa. Pada Abad III M dan di masa Dinasti Ilkhan (1256-1353 M) kota Tabirz merupakan ibu kota Azarbaijan, ia dijadikan sebagai pusat kekuasaan oleh Dinasti Ilkhan. Tabriz dikenal sebagai kota yang makmur dan paling indah pada Abad Pertengahan. Pada saat itu Tabriz dihuni oleh lebih dari satu juta penduduk. Banyak orang yang mengunjungi kota tersebut, hingga kota ini dinilai sebagai kota yang paling padat di dunia. Para seniman dan filusuf dari berbagai penjuru dunia juga ikut berkunjung ke kota ini. Sehingga penerimaan pajak dari kota ini melebihi pajak tahunan yang didapatkan raja Perancis.[1]
Sebelum Tabirz menjadi sebuah ibu kota, ia telah dikenal dengan kesuburan tanahnya. Negara Iran  menjadi salah satu jalan utama jalur perdagangan yang menghubungkan antara negara-negara Eropa dan Timur Tengah. Sebelum masuknya Islam dan adanya penaklukkan di wilayah Iran, berbagai aspek seperti kemanan, perdagangan, penduduknya, pemukiman, pembangunan kota tidak tumbuh dengan baik. Ia hanya merupakan pemukiman dusun-dusun kecil dan perkampungan petani dalam kompleks pertanian yang sederhana yang disela-selai dengan sejumlah istana feodal.[2]
Pada masa awal kepemimpinan Dinasti Ilkhan dari masa Hulagu Khan sampai Baydu, kecuali Ahmad Teguder, seluruh penguasa Dinasti Ilkhan adalah non-Muslim. Pada periode tersebut, tidak ada perkembangan yang berarti bagi masyarakat Muslim, khususnya yang menyangkut perkembangan Islam dan peradabannya, karena kurangnya perhatian yang diberikan para penguasa tersebut terhadap Islam.[3] Namun pada masa raja-raja Dinasti Ilkhan yang telah memeluk Islam, memberikan perhatian besar terhadap perkembangan peradaban Islam, hingga kemajuannya pun mulai tampak di wilayah Tabriz. Mereka telah mewariskan khazanah peninggalan peradaban yang bermanfaat bagi masyarakat Islam.[4] 
Pada masa kekuasaan Ghazan Khan, Tabriz mencapai puncak kejayaannya dan menjadi kota terpenting. Ghazan Khan merupakan penguasa ke VII Dinasti Ilkhan. Ia seorang pemimpin yang memperhatikan perkembangan peradaban, dan karena kecintaannya terhadap kesenian, terutama seni arsitektur dan ilmu pengetahuan, seperti dalam bidang astronomi, kimia, mineralogi, metalurgi, dan botani, telah membuatnya memberikan banyak kontribusi. Ia banyak membangun infrastruktur keagamaan dan pendidikan, seperti menyediakan biara untuk para darwis, membangun perguruan tinggi untuk mazhab Syafi’i dan Hanafi, sebuah perpustakaan, observatium, dan gedung-gedung umum lainnya. Kota Tabirz telah menjadi pusat bagi sekolah seni lukis dan seni ilustrasi yang sangat pesat pada saat itu dan juga menjadi kota bagi pusat lukisan-lukisan Kerajaan Ilkhan.[5]
Ghazan telah mengubah total keamanan di kota Tabriz demi kesejahteraan rakyatnya. Ia mendirikan kepemerintahannya berdasarkan syari’at Islam dan dalam berbagai aspek kehidupan. Tabriz menjadi tempat pengembangan cocok tanam. Berbagai jenis bibit-bibit lokal dan tunas-tunas buah didatangkan dari China dan India untuk ditanam di Tabirz.  Berbagai eksperimen dalam pencocokan tanaman di lakukan di kota ini. Ghazan telah menghidupkan kembali roda pertanian yang sebelumnya terhenti karena para petaninya yang tidak lagi menggarap sawahnya disebabkan pajak yang tinggi. Pada masa kepemerintahan Ghazan para petani kembai bersemangat untuk bertani karena dibebaskan pajak serta mendapatkan bantuan irigasi dari pemerintah.[6]
Sebagian orientalis menyebutkan, Ghazan termasuk seorang pemimpin muslim radikal, ia menyingkirkan agama lain dan memaksa mereka untuk masuk Islam. Hingga pada akhirnya membuat adat lama bangsa Mongol dibungkam dan para rahib Budha diusir dari Istana di wilayah ibu kota Tabriz.[7]  Selain Ghazan, ada Rhasid al-Din yang merupakan perdana menteri yang juga penulis sejarah bangsa Mongol pada masa kepemerintahan Ghazan, ia turut serta memberikan kontribusinya.  Rhasid al-Din telah memberikan kemajuan di kota Tabriz dengan memenuhi kebutuhan obat-obatan dan medis dari India, membentuk ekspedisi militer ke Kabul, membangun banyak vila, yayasan amal, dan membangun pemukiman yang dikhususkan bagi sarjana.[8]
Pada masa kepemerintahan Dinasti Timuriah di bawah kepemimpinan Timur Lang, berbagai komoditas dari berbagai negara seperti Arab, Afrika, dan Eropa disuplay ke Tabriz. Ia telah berusaha untuk meningkatkan kegiatan perdagangan dan industri dengan membuka rute-rute perdagangan yang baru antara India dan Persia Timur. Sebagai seorang Muslim, ia juga memperhatikan pengembangan Islam, ia mengembangkan “seni Timur” dan juga membangun-bangunan masjid.
2.      Delhi
Delhi atau yang sekarang lebih dikenal dengan New Delhi adalah ibu kota dari India. Ia menjadi salah satu rumah bagi Muslim India. Kota ini terletak di pinggir Sungai Jamuna. Delhi adalah ibu kota kerajaan-kerajaan Islam di India sejak tahun 608 H/1216 M sampai kerajaan Mughal runtuh oleh Inggris tahun 1858. Namun beberapa kali Delhi sempat tidak lagi menjadi ibu kota ketika ibu kota India dipindahkan ke Daulatabad, Agra, dan Lahore dalam waktu yang tidak begitu lama.[9]
Delhi memiliki kepercayaan yang terbagi menjadi dua golongan besar sebelum masuknya Islam. Dravida agama yang dipercayai secara abstrak, sedangkan Aria agama yan dipercayai secara nyata. Bangsa Aria memiliki kepercayaan yang lebih kuat dan membuat bangsa Dravida ikut mempercayai Aria. Kemudian kepercayaan ini pun berkembang menjadi agama Brahmana (Hindu) yang melahirkan adanya kasta-kasta, seperti kasta Brahmana, kasta Ksatriya, kasta Waisa, dan kasta Sudra.[10] Delhi yang merupakan ibu kota India teelah menjadi salah satu tempat yang dijadikan sebagai jalur perdagangan di kawasan Asia Selatan. Sebelum masuknya Islam, kondisi sosial dan politik di India sedang rapuh karena terjadinya penindasan kaum kasta Brahmana terhadap kasta yang lebih rendah dan orang Budha, serta adanya perebutan kekuasaan di antara para raja Hindu.[11] 

Delhi merupakan wilayah yang besar dan memiliki banyak bangunan yang masyhur. Ia termasuk kota kuno yang dibangun oleh orang-orang kafir. Sebelum masuknya Islam ke dalam wilayah tersebut, ia berada di bawah kekuasaan keturunan Johan Rajput. Kota ini ditaklukkan pada tahun 584 H. Kota Delhi juga pernah ditaklukkan oleh Quthbuddin Aibak yang diberi gelar “salar” yang berarti panglima tentara di bawah perintah mamluk Sultan Syihabuddin Muhammad bin Sinam Al-Ghauri, raja Ghazni dan Khurasan.[12] Setelah Quthbuddin wafat, Sultan Syamsuddin Altamasy menjadi raja pertama yang menguasai daerah Delhi. Pembaiatan Syamsuddin Lalmisy sebagai raja dilakukan secara terbuka oleh masyarakat juga para fuqaha. Ia memerintah selama 20 tahun, dan dikenal sebagai raja yang adil dan saleh, serta memiliki kemuliaan.[13]
Banyak pembangunan yang didirikan para penguasa di India pada masa dinasti Islam di India dan menjadikan kota Delhi sebagai ibu kotanya, seakan mereka berlomba-lomba untuk membangun dan memperindah bangunan masjid, istana, benteng, madrasah, dan makam. Tidak hanya makam para penguasanya, melainkan juga makam-makam para wali. 
Beberapa bangunan fenomenal yang terdapat di Delhi diantaranya adalah: pagar yang mengelilingi kota Delhi yang didirikan Muhammad Syah yang merupakan raja india, bisa dibilang pagar tersebut tidak ada tandingannya di dunia. Ketebalan temboknya saja mencapai 11 hasta.  Di dalam tembok itu terdapat rumah-rumah para penjaga pintu, selain itu terdapat juga gudang makanan yang disebut dengan Anbarat, gudang perlengkapan, gudang senjata, dan peledak. [14]
Bangunan lain yang fenomenal di Delhi adalah Masjid Jami’yang pada awalnya adalah dukhanah atau tempat patung, namun setelah ditaklukkan, tempat itu digantikan dengan bangunan masjid. Masjid Jami’ Delhi memiliki halaman yang sangat luas. Dinding, atap, lantainya terbuat dari batu putih yang dipahat dengan begitu canggih, sedangkan di bagian luarnya dilapisi dengan timah hitam yang kuat. Tidak ada bahan kayu sedikit pun dalam bangunan tersebut. Ia memiliki 13 kubah dan mimbar yang juga terbuat dari batu, serta terdapat empat teras di dalam masjidnya.[15]
Namun setelah Delhi dihancurkan oleh tentara Timur Lenk, banyak bangunan mewah dan indah telah lenyap. Kekuasaan para raja yang berkedudukan di Delhi menurun tajam, dan saat itulah dinasti Lodi menjadikan kota Agra sebagai ibu kota. Hingga akhirnya Delhi menjadi kota yang terabaikan. Kemudian pada masa kekuasaan Babur, raja Mughal pertama, merebut Delhi dari tangan dinasti Lodi. Delhi baru dijadikan sebagai ibu Kota kembali oleh Kerajaan Mughal pada masa Humayun (1530-1556). Dan pada akhirnya bangunan kota Delhi yang tersisa dan yang dapat disaksikan sekarang ini hanyalah yang dibangun oleh Kerajaan Mughol saja.[16]
  
3.      Sarai Baru
Pada masa kekuasaan Dinasti Golden Hordé, Batu membangun sebuah kota yang menarik dan indah, terletak di sebelah barat sungai induk Volga di  tepi Akhluba, ia menamainya dengan Sarai. Jaraknya sekitar 65 mil sebelah timur laut kota modern, Austrakhan. Istana yang dibangun di kota  tersebut semuanya dilapisi dengan warna emas. Sarai Baru dibangun pada abad XIII M pada masa pemerintahan Berke, yang merupakan saudara Batu. Sarai Baru merupakan kota yang dijadikan sebagai pusat negara pada masa kekuasaan Dinasti Kipcak/ Dinasti Golden Hordé. Kota tersebut merupakan saksi perjuangan dan perkembangan Dinasti Golden Hordé. Sarai Baru juga dikenal sebagai pusat peradaban dunia Islam pasca kehancuran Baghdad oleh Hulagu Khan, ia dikenal dengan the Second Baghdad.[17]

Berke yang sangat mencintai Islam, berupaya untuk membangun pemerintahannya berdasarkan syari’at Islam. Oleh karena itu, Berke mengganti Yassa, UU Mongol yang dibuat oleh Chengis Khan dengan syari’at Islam. Selain itu, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang sangat didorong Islam, Berke banyak membangun masjid, madrasah dan juga monument-monument indah.Golden Horde dengan Sarai Baru sebagai ibukotanya ini kemudian berkembang pesat.
Sepeninggal Berke yang paling menorehkan sejarah atas kejayaan Islam adalah Uzbeg Khan yang naik tahta di Sarai Baru, ia juga berhasil menjadikan orang-orang mongol menjadi Muslim termasuk keturunannya.[18] Pada masa Uzbeg Khan, administrasi kenegaraan ditetapkan sesuai dengan syari’at Islam. Kesenian dan sastra pada masa Uzbeg mencapai kemajuan sangat tinggi. Perdagangan pun juga maju dengan sangat pesat yang ditandai dengan banyaknya pedagang dari Cina yang masuk melewati Laut Baltik. Tingginya peradaban di Sarai Baru ini diungkapkan oleh Ibnu Batutah dalam kitabnya, Rihlah Ibn Batutah yang merekam kesempurnaan Dinasti Golden Hordé di Sarai Baru, bahkan Uzbeg Khan dijuluki sebagai satu di antara tujuh raja besar dunia.[19]
Setelah wafatnya Uzbeg Khan, keturunannya sempat menggantikan kepemimpinannya, mereka adalah Tini Beg dan Jani Beg. Tini Beg hanya berkuasa dalam waktu satu tahun, ia dilengserkan dari tahta kerajaan karena faktor perpindahan agama yang dilakukannya. Sedangkan Jani Beg dalam kepemimpinannya sempat melakukan ekpsansi namun tidak sepenuhnya berhasil. Kemudian Beg kembali ke Sarai Baru dan meninggal dikarenakan sakit yang dideritanya akibat terkena serangan wabah Pes yang menjalar secara nasional.
Setelah kematian Jani Beg, konflik dalam tubuh dinasti ini pun muncul dan terjadi perebutan kekuasaan, hingga perang saudara di istana Sarai Baru pun tak terelakkan. Kemudian muncullah penguasa baru yaitu Mamai yang berkuasa pada tahun 1361-1380 M dan menduduki kota Sarai Baru. Setelah itu muncul Tokhtamis yang merupakan saudara Batu (keturunan Wardah) menjadi penguasa di Sarai Baru dengan bantuan Timur dalam mengalahkan Mamai. Namun karena penghianatan yang dilakukan Tokhtamis terhadap Timur, menjadikan Timur geram dan mengutus salah seorang dari kalangan GH untuk memata-matai dan menjadi boneka untuknya di Sarai Baru.[20]
Tokhtamis pun menyerang Timûr Lang untuk merebut kembali ibu kotanya yang telah direbut Timur. Ia menyerang Shirvan, menyebabkan serangan balasan dari Timûr tidak terelakan.  Tentara  Golden  Hordé  berhadapan  dengan  pasukan  Timûr  pada  tahun  1395  di Terek/ Terekh di mana dalam peperangan  tersebut  tentara Tokhtamis  kalah telak. Tentara Timûr masuk ke Saraī Baru, menciptakan kerusakan dan pembunuhan secara brutal, menyebabkan  selama dua abad terakhir khazanah peradaban yang dibangun dan dipelihara oleh Golden Hordé di Saraī Baru menjadi hancur total. Inilah tinta hitam dalam sejarah Islam yang mencoreng umat Islam. Karena umat Islamlah (Timûr Lâng) kota tersebut menjadi hancur.[21]
Dengan kelemahan yang terjadi dalam tubuh Dinasti Golden Hordé, maka para  Duke dari Moscow dan Lithuania mengambil kesempatan dan menyerang bertubi-tubi untuk melumpuhkan kekuatan Islam. Akhirnya pada tahun 1502 Golden Hordé yang lemah pun ditaklukkan oleh Rusia dan riwayat suatu kekuatan  dan kejayaan  Islam di Rusia pun ikut terhapus dan hilang. Jatuhnya kota Saraī Baru pada tahun  1395, adalah  sebuah  tragedi  yang sama seperti jatuhnya Baghdad atau jatuhnya Granada tahun 1492 M. Selanjutnya Golden Hordé ditaklukkan oleh Rusia untuk sealamanya hingga sampai saat ini juga masih ada di bawah kekuasaan Rusia.[22]Di dalam wikipedia dijelaskan bahwa Sarai Baru saat ini letaknya berada di 300km dari Astrakhan. Setelah kehancuran Sarai Baru, Rusia telah menjadikan Tsaritsyn (sekarang Volgograd) untuk mengontrol wilayahnya.




Daftar Pustaka
Dr. H. Sulasman, M. Hum. Dan Suparman, M.Ag. 2013. Sejarah Islam di Asia & Eropa:
Dari Masa Klasik Hingga Modern. Bandung: CV Pustaka Setia.
Esposito, L Jhon. 1987. Islam In Asia, Religion, Politics, and Society. United States of
America: Oxford University Press.
Bin Bathuthah, bin Abdullah Muhammad. 2012.  Rihlah Ibnu Bathuthah: Memoar
Perjalanan Keliling Dunia di Abad Pertengahan, Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar.
Ading Kusdiana. 2013. Sejarah & Kebudayaan Islam: Periode Pertengahan, Bandung: CV Pustaka Setia.
Karim, M. Abdul. 2014. Bulan Sabit di Gurun Gobi: Sejarah Dinasti Mongol-Islam di Asia Tengah. Yogyakarta: SUKA Press.
Yatim, Badri. 1995. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta Utara: PT Raja Grafindo Persada.
Lapidus, Ira.M. 1997. Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: RajaGravindo Persada.




[1]M. Abdul Karim, Bulan Sabit di Gurun Gobi: Sejarah Dinasti Mongol-Islam di Asia Tengah (Yogyakarta: SUKA Press, 2014), hlm. 163.
[2] Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999), hlm. 70-71.
[3] Ading Kusdiana, Sejarah & Kebudayaan Islam: Periode Pertengahan (Bandung: CV Pustaka Setia, 2013), hlm.83-84.
[4] Ading, Sejarah, hlm. 57.
[5] Lapidus, Sejarah, hlm. 431-432.
[6] Karim, Bulan Sabit, hlm. 151-152
[7] Ibid., 93
[8] Ibid.,159-160
[9] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta Utara: PT Raja Grafindo Persada,1995), hlm. 289.
[10] M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam (Yogyakarta: Bagaskara, 2014), hlm. 255.
[11] Karim, Sejarah, hlm. 255
[12] Muhammad bin Abdullah Bin Bathuthah, Rihlah Ibnu Bathuthah: Memoar Perjalanan Keliling Dunia di Abad Pertengahan (Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2012), hlm. 495-496.
[13] Bathuthah, Rihlah, hlm. 497.
[14] Ibid., hlm. 488-489.
[15] Ibid., hlm. 490.
[16] Yatim, Sejarah, hlm. 291
[17] Karim, Bulan Sabit, hlm. 79
[18] Ibid., hlm. 125-126.
[19] Bathuthah, Rihlah, hlm. 377.
[20] Karim, Bulan Sabit, hlm. 127-128.
[21] Ibid., hlm. 129
[22] Karim, Bulan Sabit, hlm. 130.

HOAKS SEBAGAI TANDA PENYAKIT JIWA DAN AKAL

HOAKS SEBAGAI TANDA PENYAKIT JIWA DAN AKAL Era teknologi menawarkan efesiensi kerja yang tidak terikat waktu, jarak dan tempat. Sifat...